#onespringatatime

Bagaimana Perjalanan Kami
Menjaga Alam Dimulai

Berawal dari sebuah kesadaran sederhana, kami tumbuh menjadi gerakan yang berupaya memulihkan mata air, membangun kembali hubungan manusia dengan alam, dan menjaga siklus air untuk generasi mendatang.

Tonton Video
WHO WE ARE

Air tidak pernah benar-benar hilang. Ia tetap turun dari langit, mengalir melalui sungai, dan hadir bersama hujan.

Krisis dimulai ketika air tidak lagi dapat kembali ke tempat asalnya. Ketika hutan menghilang, tanah mengeras, dan mata air terabaikan, air kehilangan jalannya untuk kembali meresap ke dalam bumi. Akibatnya, siklus air terganggu: banjir menjadi lebih kuat, musim kering berlangsung lebih panjang, akses terhadap air bersih menurun, dan kesenjangan semakin besar.

Jaga Semesta hadir untuk membantu memulihkan siklus tersebut. Melalui restorasi mata air, pemulihan ekologis, dan pengelolaan berbasis komunitas, kami berupaya menghubungkan kembali manusia, tanah, dan air.

OUR FOUNDER STORY
Awal Perjalanan

Pada tahun 2023, setelah bertahun-tahun melihat menurunnya kondisi mata air dan meningkatnya risiko krisis air, Fainta Negoro memulai Jaga Semesta untuk melindungi dan memulihkan mata air alami di berbagai wilayah Indonesia.

Gerakan yang Tumbuh Bersama

Sejak awal, Jaga Semesta dibangun melalui kolaborasi. Para ilmuwan, tokoh masyarakat, komunitas lokal, dan relawan bekerja bersama untuk menghubungkan kembali pengetahuan lokal dengan pendekatan ekologis, tanpa memaksakan solusi dari luar.

Keyakinan yang Sama

Melissa Mina dan Danendra Aryeswara kemudian bergabung bersama Fainta sebagai Co-Founder. Bersama-sama, mereka membentuk keyakinan bahwa air bukan sekadar sumber daya untuk dimanfaatkan, tetapi bagian dari sistem kehidupan yang perlu dirawat dan dilindungi.

OUR CHAPTER

Pendekatan Kami terhadap Restorasi Ekosistem

Upaya konservasi kami telah mendapat perhatian dari berbagai media nasional, membawa dampak lokal menjadi kesadaran publik di berbagai penjuru Indonesia.

Menghidupkan Kembali Mata Air Jundelan yang Terlupakan

Di Jawa Timur, Dimas Driessen bersama para petani lokal merespons kondisi mata air di Blitar yang mulai mengering akibat kurangnya perawatan dan tanggung jawab bersama.

LIHAT VIDEO

Ikatan yang Tak Terputus: Cinta untuk Tanah Kelahiran

Di Samigaluh, Kulon Progo, keterbatasan air mendorong Mas Philip Purwo untuk mengajak para pemuda setempat bergerak bersama.

LIHAT VIDEO

Mata Air Tersembunyi Boyolali: Sebuah Perjalanan untuk Memulihkannya

Di Boyolali, Reza, seorang warga lokal berusia 24 tahun, menghubungi Jaga Semesta setelah melihat mata air di dekat rumahnya terbengkalai dan tidak lagi mengalir.

LIHAT VIDEO

Di Mana Ada Kemauan, Di Situ Ada Jalan: Memulihkan Mata Air

Di sebuah desa terpencil di luar Mojokerto, sebuah rumpun bambu kecil melindungi mata air yang perlahan tertutup endapan lumpur.

LIHAT VIDEO

Kisah Pendatang di Tepi Sungai

Setelah pindah ke Sragen, Bantul, Rendra melihat Sungai Winongo dipenuhi sampah plastik, sementara sejumlah mata air penting mulai kehilangan kejernihannya.

LIHAT VIDEO

Mulai Chapter-mu Sendiri. Bawa gerakan ini ke desa, kampus, atau komunitasmu. Kami menyediakan pendampingan, sumber daya, dan pelatihan untuk membantumu membangun inisiatif pemulihan air di daerahmu.

MEDIA & PUBLICATION

Jaga Semesta telah diliput oleh berbagai media terkemuka di Indonesia

Tempat bertemunya nilai dan aksi untuk menghubungkan komunitas, mitra, dan individu dalam menciptakan dampak lingkungan yang berarti.

Penelitian & Pengetahuan

Jelajahi publikasi dan penelitian terkait hidrologi dalam pengelolaan air yang bertanggung jawab, pemulihan mata air, konservasi berbasis masyarakat, ketahanan iklim, dan pemulihan ekologis di sini.